rss
twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)
Tampilkan postingan dengan label inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiration. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Juli 2010

lingkaran integritas

Perjalanan hidup adalah perjalanan untuk membangun integritas. Siapapun kita, sebagai apapun peran kita dalam kehidupan, untuk mencapai performa optimal dan meraih kebahagiaan batin kita harus memiliki integritas.

Integritas berarti kesatuan dan konsistensi dalam keyakinan, prinsip, perkataan, harapan, dan perbuatan. Seseorang yang berintegritas tidak akan menghianati prinsip hidupnya untuk kepentingan sesaat. Seseorang yang berintegritas akan selalu berusaha menyelaraskan nilai dan prinsip hidupnya dengan perkataan maupun tindakannya.

Menyatukan antara keyakinan, pikiran, ucapan, sikap dan tindakan bukanlah hal sederhana. Mereka yang berjuang untuk membuat ucapannya sejalan dengan tindakannya, sikapnya selaras dengan keyakinannya adalah orang-orang hebat. Dan mereka layak disebut pahlawan. Mengapa dikatakan hebat?, karena membangun integritas bukan pekerjaan mudah.

Mengatakan apa yang sudah kita lakukan mungkin berat, karena kejujuran memang butuh upaya. Tapi lebih berat lagi adalah melakukan apa yang sudah kita katakan. Melaksanakan janji-janji kita pada diri sendiri, keluarga, teman, atasan, atau karyawan.



Membangun integritas berarti membangun keteladanan. Sebuah kesadaran bahwa untuk mewujudkan perubahan yang baik, kita harus berpindah dari paradigma ‘mencari’ ke paradigma ‘menjadi’. Sebagian orang merasa sulit mencari orang baik karena lingkungan yang sudah tidak kondusif, tapi bukankah ada jalan terbaik yang bisa kita tempuh selain mencari, yaitu ‘menjadi’ orang baik.

Ini berlaku untuk banyak hal, kepemimpinan, persahabatan, bahkan pasangan hidup. Jika Anda merasa sulit ‘mencari’ pemimpin, sahabat, atau pasangan yang menurut Anda ideal, maka berhentilah mencari. Mulailah ‘menjadi’, menjadi pemimpin yang ideal, sahabat yang ideal, dan pasangan yang ideal. Jika Anda mewujudkannya mulai dari diri Anda, maka Anda akan menyaksikan betapa lingkungan ideal yang Anda cari dulu justru semakin mendekat kepada Anda.

Memulai dari diri, itulah tugas awal integritas. Berikutnya, kuatlah dalam menjaga integritas Anda. Berusahalah berkata benar, dan menepati apa yang kita katakan. Kepercayaan orang lain adalah investasi yang sangat berharga, dan integritas adalah tiang penyangga dari itu semua. Kita tidak akan pernah berkembang kalau kita tidak dipercaya. Dan kita tidak akan pernah dipercaya kalau kita tidak menunjukan bahwa kita layak untuk dipercaya.

Selasa, 20 Juli 2010

The Power of Action

Apa yang membedakan antara pemimpi sejati dengan sekedar penghayal?. Jawabannya bisa jadi sangat sederhana: Tindakan.

Mengapa orang yang sama-sama mengikuti suatu seminar, workshop atau pelatihan bisa mengalami hasil yang berbeda setelah mengikuti seminar tersebut antara satu dengan yang lainnya?. Ada banyak orang yang mengikuti seminar entrepreuneurship, tapi lebih sedikit yang benar-benar menjadi entrepreuneur.

Yang satu sukses sedang yang lain gagal. Karena yang satu mengambil tindakan (dengan mempraktekkan pengetahuan-pengetahuan yang didapatnya) sementara yang lainnya tidak pernah mengambil tindakan apapun terhadap apa yang sudah diketahuinya. Tentu saja pencapaian keduanya berbeda. Memang dalam beberapa kasus, yang mengambil tindakanpun berpeluang besar untuk gagal. Tapi, kegagalan mereka berbeda.

Kegagalan orang yang mengambil tindakan adalah kegagalan yang bernilai. Jika Anda mencoba melakukan sesuatu kemudian gagal, itu lebih baik daripada Anda tidak pernah mencobanya.

Karena kemungkinan orang yang mengambil tindakan 50:50 untuk berhasil, sementara orang yang tidak mengambil tindakan kemungkinan suksesnya 0, alias sudah pasti gagal.

Alasan berikutnya, mengapa kegagalan orang yang mengambil tindakan lebih bernilai, karena kegagalan itu disertai pengetahuan dan pengalaman baru bagi yang mengalaminya. Dan ini adalah modal yang tak ternilai untuk menjalani keputusan-keputusan di masa yang akan datang. Bukankah pengalaman adalah guru terbaik?.

Tindakanlah yang menghasilkan perbedaan. Setiap pencapaian dan prestasi dalam sejarah kehidupan manusia, dari yang terkecil sampai yang terbesar dihasilkan oleh orang-orang yang mengambil tindakan. Karenanya, kita tidak akan berubah atau menghasilkan sesuatu kalau kita tidak mengambil tindakan untuk berubah.

Knowledge is nothing,
applying what you know is everything
-anonym-

Senin, 21 Juni 2010

Keep on Moving!!

Hari ini saya update status di facebook, dengan kalimat ini: "lebih baik minim impian tapi kaya tindakan, daripada kaya impian tapi minim tindakan. dan tentu, yang lebih baik adalah kaya impian yang diiringi dengan kaya tindakan, selamat berjuang!!"

kalimat ini muncul begitu saja di dalam kepala saya, ketika saya sedang berhadapan dengan layar laptop, mengisi laporan evaluasi training di salah satu institusi pemerintah yang dilakukan oleh TRUSTCO. Mungkin kalimat ini muncul dari perenungan sederhana tentang perjalanan hidup. Kita selalu dituntut dengan pertanyaan pertanyaan, "sudah lulus belum?", "kerja dimana?", "kapan nikah?", "udah punya anak berapa?", dan seterusnya, dan seterusnya.

pertanyaan itu akan terus muncul, sebagai desakan sosial agar kita tidak malas. Dan terus terpacu untuk berkarya. Walaupun memang, pada banyak kejadian desakan-desakan itu malah membuat kita jadi tertekan, alias merasa tidak nyaman. Sedang mengerjakan apa kita, mau kemana kita, dan apa rencana hidup kita berikutnya, adalah salah satu hal privasi yang sebetulnya tidak wajib diketahui oleh semua orang diluar diri kita. Kecuali jika kita memang ingin memberitahu mereka.

Titik permasalahannya adalah bagaimana kita percaya diri dan yakin dengan konsep diri kita. termasuk apa yang kita lakukan. Sepanjang kita mencintai apa yang kita kerjakan, dan menikmatinya sampai taraf yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, dan kita yakin bahwa yang dilakukan atau dikerjakan itu bernilai kebaikan, maka jadilah tidak perhatian terhadap apa yang ditanyakan atau dikatakan orang. Biar kita fokus, konsentrasi, dan total dengan apa yang kita kerjakan.

Yang penting kita terus berkarya, terus bekerja, terus bertindak, dan melakukan sesuatu. Entah perencanaan hidup kita sudah detail atau masih general, yang penting kita bergerak. Kebanyakan impian tapi tak pernah mulai, tidak baik untuk kesehatan mental. Lebih baik sederhanakan impian itu, dan jadilah royal dalam tindakan. Memulai sesuatu hari ini, saat ini, sekarang juga. Sampai kita bertemu dengan sesuatu yang harus kita temukan, yaitu impian kita.

ia harus dijemput kawan...
ia harus disambut...

ia tak mau hanya dipikirkan atau diangankan...

...see you at the top!

Senin, 01 Februari 2010

Tak ada waktu yang Sempurna!

Apa yang khas dari orang yang memiliki kebiasaan menunda?. Sean Covey, dalam bukunya seven habits for highly effective teens menjelaskannya melalui prinsip manajemen waktu. Katanya, ada satu perkataan khas dari orang yang memiliki kebiasaan menunda, yaitu mereka selalu berkata, “baiklah, saya akan berubah….TAPI NANTIi”.

Nah, pertanyaan berikutnya adalah, apakah Kita termasuk dari tipe orang seperti itu?. Yang selalu berkomitmen, merencanakan, dan memutuskan untuk berubah dan memperbaiki kehidupan dari segala sisinya, tetapi—NANTI?. Kalau saya pernah, bahkan sering, dan berkali-kali saya mendapatkan pelajaran berharga, bahwa sikap menundalah yang sering menyebabkan saya KEHILANGAN MOMEN-MOMEN TERBAIK DALAM HIDUP.

Sikap menundalah yang menyebabkan kehilangan peluang-peluang hebat untuk bisa belajar dan bertumbuh menjadi lebih baik. Sikap menundalah yang menyebabkan saya kehilangan saat-saat yang tepat untuk membantu, mencintai, dan menginspirasi orang-orang terdekat saya. Dan dari kejadian-kejadian seperti itulah biasanya kita belajar...

Saya percaya, siapapun pasti pernah mengalami hal seperti itu. Dan saya percaya, kita semua ingin memperbaikinya. Bukankah tidak ada hal yang paling menjengkelkan selain menyadari kesalahan kita di akhir, dan menyesal karena kita telah terlambat melakukan suatu hal yang berharga dalam hidup?.

Nah, Inspirasi ini saya dapat dari seminar Global Wealth Summit, hari sabtu lalu. Ada satu kalimat menarik dari Bong Chandra (Motivator #1 Termuda Asia), sang pembicara. Dan hari ini saya ingin membaginya untuk Anda semua....berikut adalah petikan kalimatnya:

"Tak ada waktu yang sempurna untuk MEMULAI SESUATU. yang ada adalah waktu yang MENDEKATI SEMPURNA, dan itu adalah SEKARANG!!"

Bagi saya kalimat itu adalah inspirasi yang luar biasa bagi kita yang ingin memulai sesuatu__tanpa penundaan atau sikap menunda-nunda. Sesuatu itu, bisa jadi menulis buku, memulai bisnis, menyelesaikan tugas, memperluas jaringan, melakukan yang terbaik dalam pekerjaan, memberikan hadiah untuk sahabat, membahagiakan orang tua dan.....termasuk menjadi BINTANG untuk peradaban ini, di bidang manapun yang Anda potensi untuk mengembangkannya, keinginan untuk menambahkannya, dan bernilai kebaikan untuk orang lain...

jadi kapankah WAKTU yang mendekati sempurna bagi Anda, untuk memulai sesuatu yang bermakna untuk kehidupan pribadi dan orang-orang yang Anda cintai??

mari kita berdo'a, berharap, dan bertindak, bahwa waktu itu adalah SEKARANG!!


Keep on Movin'
& Don't Give Up

Selasa, 26 Januari 2010

Pelajaran yang paling Berharga.

Kehidupan selalu menarik. Setiap waktunya selalu memberikan kita ruang dan kesempatan baru untuk belajar, untuk merangkai makna-makna, dan mengkonstruksi ulang pemikiran kita tentang semua hal yang kita hadapi. Seperti persahabatan, ada yang datang ada yang pergi. Ada yang sebentar ada yang lama. Ada yang langgeng dan ada yang retak, atau pecah di tengah jalan.

Atau juga hubungan guru dan murid. Selalu ada awal dan akhir. Selalu ada saat dimana puncak kekaguman dan penghargaan kita terhadap sang guru justru merupakan waktu yang paling tepat untuk berpisah. Karena pada saat itulah, kita dihadapkan pada petualangan baru, untuk belajar hal-hal baru dari sang guru yang baru. Mungkin ini tidak berlebihan. Karena sang guru pun berpesan “kebahagiaan seorang guru, adalah ketika melihat murid-muridnya menjadi jauh lebih baik dari dirinya”. Bagi saya ini nasihat yang luar biasa yang mencerminkan dua hal, kerendahatian seorang guru di satu sisi, dan kebesaran jiwa dan cita-citanya di sisi lain. Subhanallah..semoga Allah memberikan pahala yang tak pernah putus untuk para guru, murabbi, syaikh, dan naqib.

Tak berlebihan pula, jika kita kemudian memberikan penghargaan yang setulus-tulusnya untuk para guru yang telah membimbing kita. Yang tak pernah menepuk dada karena berkembangnya kita sebagai seorang murid, dan tak pernah menampar karena kita gagal. Satu nasihat yang selalu terngiang, tentang bagaimana kita bisa menikmati keberhasilan dan kegagalan, adalah ungkapannya yang menyejukkan, “sukses itu”, katanya, “adalah bisa mendapat PELAJARAN dari setiap PROSES yang kita jalani”. Jujur, itu nasihat terindah bagi setiap orang yang berjuang menapaki jalan kehidupan….terlebih, bagi mereka yang sering terjatuh dan gagal. Yang penting ada PELAJARAN yang diambil, dan tidak terjatuh di lubang yang sama.

Memang begitulah hidup, selalu bergerak, selalu dinamis. Walaupun banyak orang yang bilang, bahwa seringkali sejarah itu berulang. Tak apalah, toh saya percaya dengan dua asumsi ini. Bahwa kita terus berubah dari waktu ke waktu, dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi, dari tantangan ke tantangan. Tetapi dalam perjalanan itu, kita harus sadar….bahwa kita sedang mengulang sejarah.

Untuk para guru, yang datang dan pergi, memenuhi panggilan peradaban.

Semoga sejarah kembali mempertemukan kita….amiin.

Senin, 21 Desember 2009

Amazing!!


hari ini sungguh luar biasa. Saya mendapatkan banyak pembelajaran hidup, yang tak ternilai...Pertama dari Pa H.Ade Kastam, salah satu senior trainer trustco. saya diajari tentang games yang dahsyat tentang organisasi, yang pure penemuan pa Ade. Gamesnya luar biasa, hanya berbahan kertas kecil, dan tusuk gigi, tapi poinnya luar biasa, tentang organisasi dan sistem. Nah, yang lebih luar biasa lagi, saat pa Ade bercerita bagaimana beliau menemukan games tersebut.

Suatu ketika, beliau diminta mengisi training di salah satu institusi, tentang team work. ketika hendak berangkat, anaknya yang dirumah enggan ditinggal, dan minta diajari membuat tugas origaminya...dan disitulah proses pembelajaran bermula, ketika mengajarkan origami, pa Ade mendapatkan hikmah dan pelajaran luar biasa, dan beliau menggunakan itu sebagai bahan games dalam pelatihannya...dahsyat. Ternyata dari seorang anak kecil kita belajar...dan itu didapatkan dengan terlebih dahulu bersabar, dengan mengorbankan waktu kita.

Pelajaran kedua hari ini, masih dari seorang anak-anak. Namanya Abdurrahman Faiz, pagi ini saya mengunjungi blognya untuk mencari kata2nya yang terkait dengan "ibu". dan ketika saya lihat isinya, Subhanallah, luar biasa...Faiz, seorang anak, yang punya pikiran besar, hati yang tajam, dan bakat yang brilian. Tulisan-tulisannya sangat menusuk dan menggetarkan hati. Dia memang pelukis kata-kata sejati. Untuk usianya, Faiz adalah seorang jenius, dengan kecerdasan linguistiknya....Semoga Allah, kelak menjadikan dia mujahid peradaban...yang menjadi cahaya untuk dunia. amiin

Jumat, 11 Desember 2009

Memilih yang TERBAIK!!

Kita tidak perlu kelihatan baik, yang kita perlu adalah menjadi orang baik. Kita tidak perlu kelihatan sabar, yang kita perlu adalah menjadi orang sabar. Kita tidak perlu kelihatan berjuang, yang kita perlu adalah menjadi pejuang (terinspirasi dari Aa Gym).

Perjuangan tersulit dalam hidup adalah perjuangan untuk memperlihatkan kepada orang lain bahwa kita bermanfaat, bahwa kita baik, bahwa kita berguna. Padahal prosesnya bisa jadi sederhana, hanya saja kita tidak belajar bagaimana sesuatu itu terwujud.


Lihatlah orang-orang hebat di sekeliling kita, dan lihatlah orang-orang besar yang Anda kagumi. Belajarlah pada mereka tentang bagaiman menjadi besar, dan bagaimana menjadi seseorang yang dikenang dengan kebaikan dan karya-karya besar mereka. Jawabannya ternyata sangat sederhana, mereka semua adalah orang-orang yang tidak pernah mengharapkan pujian, mereka semua adalah orang-orang yang tak pernah menunggu orang lain menilai baik untuk berbuat suatu kebaikan.


Saya masih ingat, suatu ketika saya menjadi fasilitator Outbound bagi sebuah institusi pemerintahan di suatu tempat. Dalam salah satu sesi peserta yang sudah dikelompokkan ditantang dengan perlombaan meniup balon. Permainannya sederhana, setiap orang dalam kelompok diberikan sebuah balon, dan tugas mereka adalah meniup balon tersebut sampai meledak. Kelompok mana yang meledakan balon lebih banyak dan lebih cepat, merekalah yang menang.


Ternyata permainannya sangat seru. Sebagian orang ada yang meledakkan balon dengan cepat, sementara sebagian lagi terlihat bersusah payah, dan
terlihat tegang menunggu bagaimana balon yang mereka tiup meletus, di wajah mereka. Ada pelajaran yang saya ambil dari permainan ini, ternyata mereka yang berhasil memecahkan balon adalah mereka yang fokus pada kegiatan meniup, dan terus meniup, tanpa peduli sudah sebesar apa balonnya. Sebagian mereka mungkin menutup mata mereka karena takut, tapi mereka tetap meniup, terus meniup. Sementara mereka yang terlambat memecahkan balon, atau bahkan sebagian tak berhasil memecahkannya, adalah mereka yang terlalu berfokus pada hasil. Waktu mereka lebih banyak digunakan untuk mengukur dan melihat sudah sebesar apa balon yang mereka tiup.

Jadi jika anda memiliki sebuah impian, maka bekerjalah, lakukan sesuatu, bayarlah “harga” dari apa yang anda impikan. Caranya, berproseslah. Lakukan apa yang harus Anda lakukan, kerjakan itu dengan tulus dan ikhlas. Jika Anda ingin menjadi pelajar yang berprestasi maka belajarlah. Jika anda ingin menjadi pebisnis yang sukses, maka berbisnislah. Jika anda ingin menjadi atlet yang mengharumkan nama bangsa, maka berlatihlah. Jika anda ingin menjadi penulis buku best seller, maka menulislah. Jika Anda ingin menjadi suami atau istri yang membahagiakan pasangannya, maka menikahlah, dan bahagiakan pasangan Anda.

Tidak ada waktu yang tepat untuk melakukan apa yang ingin dan harus anda lakukan selain hari ini, ya, sekarang juga. Bukan esok, bukan lusa, apa lagi kemarin. Mulailah SEKARANG!.

Rabu, 02 Desember 2009

Harus TETAP SEMANGAT!!


Pagi yang indah, dan menyemangatkan. Untuk mencapai impian-impian kita memang tidak mudah, tapi BISA. Karena memang kita harus melewati proses yang panjang, sebuah proses pembelajaran, sebuah perjalanan...maka kita harus sabar untuk TIDAK BERHENTI SEBELUM WAKTUNYA. Karena filosofi kesuksesan menyatakan bahwa TIDAK ADA ORANG GAGAL, yang ada HANYALAH ORANG YANG BERHENTI SEBELUM PROSESNYA BENAR2 BERAKHIR. Orang yang paling rugi adalah orang yang memutuskan MENYERAH, pada "tiga langkah" menjelang puncak kesuksesannya.

Kesuksesan, pada ujungnya hanyalah momentum..ia datang, saat kita siap dan kita mampu.

ayo, sedikit lagi...tetap sabar, tetap bekerja, tetap berkarya... TETAPLAH DALAM PROSES.... dan KESUKSESAN akan menghampirimu dengan SUKARELA... Salam SUPER!!

Senin, 16 November 2009



















kadang, satu langkah lagi menuju kesuksesan adalah langkah tersulit yang harus kita lalui. tapi, itu bisa kita lakukan....dan apa yang kita capai, akan mengobati setiap kelelahan kita....semangat!!

Sepatah Kata, Segudang Senjata!



Kata-kata, memang luar biasa. ia punya seribu wajah untuk menunjukkan diri dalam kegembiraan dan kesedihan, kemenangan dan kekalahan, kekuatan dan kelemahan, harapan dan kepasrahan, optimisme dan pesimisme, keteguhan dan kelelahan,
bahkan kehidupan dan kematian.

Begitulah kata-kata, sifatnya seperti pisau. Selalu punya dua sisi, kebaikan dan kejahatan. Maka berhati-hatilah atasnya, gunakan ia untuk menumbuhkan dirimu dan orang lain, karena kata-kata yang kesalahan arah, akan berubah menjadi darah. Perhatikanlah bagaimana kata “cicak dan buaya” memaksa jutaan mata, telinga, hati dan pikiran menjadi lelah.

Kata-katalah yang membentuk orang-orang besar yang memperjuangkan kebanaran. Menyulap seorang budak menjadi raja di dunia dan akhirat. Kata-kata juga yang membesarkan para penjahat gombal, yang selalu konsisten memperjuangkan kesalahan. Yang menjatuhkan sang kaisar menjadi seseorang yang kesasar.

Sekarang, marilah kita sedikit “mendaratkan” cara pandang kita. Lihatlah bagaimana kata-kata mengubah persahabatan menjadi suram, dan penuh dengan kebencian. Tapi perhatikan juga bagaimana kata-kata dapat mengikat persahabatan jadi sehidup semati, susah maupun senang, dunia juga akhirat.

Katalah, yang menjerumuskan seseorang pada jerat-jerat cinta, yang tampilannya rupawan tapi isinya mengerikan. Yang penampakannya berbunga-bunga, tapi jiwanya berduri-duri. Kemudian, kata juga yang membimbing seseorang menapaki jalan cinta para pejuang. Yang suci, yang abadi, yang hakiki.

Kemudian jika kata, disulam menjadi senjata, waspadalah. Karena ia bisa jadi sangat menyakitkan, atau bisa juga sangat membangkitkan.

Maka ketika kamu diberi kesempatan, untuk menyampaikan sepatah-duapatah kata, dalam setiap panggung kehidupan, pastikan kata-katamu adalah senjata terbaik. Senjata, untuk menghancurkan tembok-tembok pembatas kreativitas, meruntuhkan hambatan-hambatan belajar dan berkarya, membunuh setiap perasaan dan sikap pesimis, mengubah energi negatif menjadi positif, menghanguskan rasa rendah diri dan keterbelakangan, membongkar energi dan potensi yang tersembunyi.

Kemudian, dengan senjata itu pula, ledakkanlah kapasitas diri mereka, untuk membuat kehidupan jadi lebih baik.

Rabu, 28 Oktober 2009

“Pukul anjingnya, Maka kau MELESAT!!!”

Saya tidak bermaksud mengampanyekan kezhaliman terhadap binatang. Judul di atas hanyalah sebuah analogi, yang ingin menggambarkan betapa mengambil keputusan itu penting, bahwa keberanian itu berguna, kemudian kecepatan itu diperlukan, dan totalitas itu membahagiakan. Semuanya, adalah realitas, yang seringkali terbungkus dalam satu aktivitas: keterdesakan.

Seperti para prajurit Viking, yang membakar habis kapal-kapal mereka dalam sebuah ekpesdisi penaklukan. Tujuannya sederhana: supaya tidak ada lagi pikiran untuk kembali, selain memenangkan pertempuran. Supaya jalan yang terbuat dan pilihan yang terkuat terpolarisasi jadi satu, yaitu optimalisasi kekuatan. Karena untuk tetap hidup, hanya itu pilihan yang tersisa.

Seperti ikan-ikan Tuna, yang harus berlari, bergerak, dan bermanuver sepanjang perjalanan. Karena sang nelayan penangkapnya, menyertakan anak-anak hiu yang cukup bandel, dalam rombongan mereka. Ikan-ikan Tuna itu terus membuka mata, mereka juga terus waspada, karena mereka tahu, sedikit saja mereka tertidur, kemungkinan besar itulah tidur terakhirnya.

Jadi, jika kita ingin berlari lebih kencang, buatlah “anjingnya” marah, dan biarkan ia mengejar kita. Lalu setelah itu pilihlah untuk berlari, kecuali jika kita penasaran ingin tahu bagaimana rasanya digigit anjing, maka diamlah ditempat.

Artinya, hanya ada satu pilihan yang menumbuhkan, yaitu berlari. Dan lakukan saja, berlarilah dengan apa yang kita mampu untuk berlari. Dan percayalah, berlari dalam keterdesakan akan lebih cepat dari biasanya.

Begitu saja, filosofinya sederhana. Jika kita ingin melesat, maka ciptakanlah keterdesakan. Jika kita ingin menjadi hebat maka bangunlah kebutuhan. Karena karya-karya besar seringkali muncul dari keterdesakan. Dan karena keterdesakan adalah ibu dari setiap kreativitas.

Kemudian, agar kemenangan kita sempurna, ikatlah semua keterdesakan itu dengan KEYAKINAN.

Karena mereka yang punya keyakinan, selalu tahu bahwa ada “tangan yang lebih besar” yang akan menolong mereka dari keterdesakannya.

Satu hal lagi,

Buatlah keterdesakan, melesatlah, lalu….

ucapkan selamat tinggal pada logika

Cari Blog Ini